Visiting Professor Program World Class University Scheme 2026

Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia > Campus News > Visiting Professor Program World Class University Scheme 2026

Depok, 17-19 Juni 2026 — Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia (Fasilkom UI) menyelenggarakan rangkaian kegiatan Visiting Professor Program World Class University Scheme 2026 dengan menghadirkan Prof. Xue Li dari School of Electrical Engineering and Computer Science, The University of Queensland. Kegiatan yang merupakan salah satu bagian dari kunjungan akademik selama dua minggu Prof. Xue Li yang dihadiri oleh mahasiswa, sivitas akademika, peserta umum, serta Prof. Heru Suhartanto sebagai supervisi akademik dari tiga mahasiswa pascasarjana yang akan melakukan presentasi penelitian.

Program ini bertujuan memperkuat kolaborasi akademik internasional sekaligus memberikan ruang diskusi bagi mahasiswa pascasarjana untuk mempresentasikan perkembangan penelitian mereka dan memperoleh masukan langsung dari akademisi berpengalaman di bidang ilmu komputer, kecerdasan buatan, dan data science.

Selama tiga hari pelaksanaan pada minggu pertama kunjungan, diadakan sesi presentasi dan diskusi penelitian mahasiswa pascasarjana yang berada di bawah supervisi Prof. Heru Suhartanto. Setiap sesi membahas topik yang berbeda, mulai dari komputasi berkinerja tinggi, pemanfaatan kecerdasan buatan di bidang kesehatan, hingga analisis citra medis untuk mendukung tindakan klinis.

Pada hari pertama, Andria Arisal mempresentasikan penelitian berjudul Scaling Science for Resilience: HPC, Geospatial Intelligence, and Hazard-Aware Simulation. Penelitian ini mengangkat pemanfaatan High Performance Computing (HPC), analisis data geospasial, dan simulasi berbasis bencana untuk mendukung ketahanan Indonesia dalam menghadapi berbagai risiko lingkungan dan kebencanaan. Penelitian tersebut mencakup pengembangan sistem untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya komputasi, pengelolaan data satelit dan spasial berskala besar, serta simulasi evakuasi dan deteksi dini bencana seperti kebakaran hutan.

Pada hari kedua, Nora Hariadi mempresentasikan penelitian berjudul Feature-Assisted Deep Learning for Early Periodontitis Detection on Small Periapical Radiograph Datasets. Penelitian ini berfokus pada pengembangan sistem kecerdasan buatan untuk membantu deteksi dini periodontitis, yaitu penyakit pada jaringan penyangga gigi yang dapat menyebabkan kerusakan permanen apabila tidak ditangani sejak awal. Penelitian ini mengembangkan model yang tidak hanya menganalisis gambar, tetapi juga memanfaatkan pengetahuan klinis dokter untuk meningkatkan akurasi serta interpretasi hasil.

Pada hari ketiga, Anis Kamilah Hayati mempresentasikan penelitian berjudul Challenges in Volume Estimation of Alveolar Bone Graft on Cleft Lip and Palate. Penelitian ini berfokus pada pengembangan teknologi AI untuk membantu memperkirakan volume defek tulang pada pasien Cleft Lip and Palate (CLP) atau celah bibir dan langit-langit mulut yang umum dikenal dengan istilah bibir sumbing dan langit-langit sumbing. Informasi mengenai volume tulang yang hilang menjadi aspek penting dalam perencanaan operasi cangkok tulang agar tindakan medis dapat dilakukan secara lebih tepat. Penelitian ini bertujuan membantu proses analisis yang selama ini dilakukan secara manual sehingga menjadi lebih cepat, konsisten, dan akurat.

Sepanjang kegiatan, Prof. Xue Li memberikan berbagai masukan terkait metodologi penelitian, pengelolaan data, validasi model, hingga peluang pengembangan riset di masa mendatang. Diskusi yang berlangsung juga membuka wawasan peserta mengenai tantangan dan peluang penerapan kecerdasan buatan dalam berbagai bidang, mulai dari mitigasi bencana hingga layanan kesehatan.

Melalui Visiting Professor Program World Class University Scheme 2026, Fasilkom UI berharap kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kualitas penelitian mahasiswa serta membuka peluang kerja sama internasional yang lebih luas dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.