Depok, 18 Mei 2026 — Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia (Fasilkom UI) menyelenggarakan sesi kuliah bertajuk Stories From User Research Practice Industry di Ruang 2.2306 Lt. 3 Gedung B Lama Fasilkom UI. Kegiatan ini merupakan bagian dari perkuliahan Desain dan Evaluasi Sistem Berbasis Pengguna Fasilkom UI dan menghadirkan Hanif Ibadurrahman, Senior Product Designer Kompas Gramedia Group, sebagai pembicara. Sesi ini dihadiri oleh mahasiswa pascasarjana Fasilkom UI serta Prof. Harry Budi Santoso, Ph.D.
Hanif Ibadurrahman merupakan alumni Fasilkom UI yang memiliki pengalaman di bidang user research, wireframing, prototyping, UI design system, usability testing, dan interaction design. Selain berkarier sebagai product designer, ia juga aktif menjadi mentor melalui ADPList.
Dalam sesi ini, Hanif membagikan pengalamannya melakukan user research di industri produk digital. Ia menjelaskan proses menerjemahkan kebutuhan stakeholder menjadi research question yang tepat, memilih metode riset yang sesuai dengan konteks dan keterbatasan proyek, hingga mengubah hasil riset menjadi keputusan yang berdampak bagi pengguna maupun bisnis.
Beberapa topik yang dibahas meliputi stakeholder management, navigasi dinamika tim, storytelling with data, penyampaian insight melalui action plan, triangulation, hingga memahami kapan suatu hasil riset dianggap cukup (good enough). Hanif juga menjelaskan bahwa insight yang kuat perlu didukung oleh proses validasi dari berbagai sumber dan metode penelitian.
Pada sesi ini, Hanif turut membahas pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) dalam proses user research. Berdasarkan Lyssna Research Synthesis Report (2026), ia menyampaikan bahwa 55% UX researcher telah menggunakan AI untuk proses analysis dan synthesis. Menurutnya, AI berperan sebagai alat percepatan kerja, tetapi bukan pengganti manusia.
Ia menyampaikan bahwa AI dapat membantu berbagai proses, seperti desk research, penyusunan draft survei, transkripsi wawancara, hingga pengelompokan temuan awal dari multiple interviews. Namun, proses verifikasi data, interpretasi insight, serta pengambilan keputusan tetap memerlukan peran manusia. Dalam sesi tersebut, Hanif juga menyampaikan beberapa pandangannya terkait penggunaan AI dalam riset pengguna
“AI = accelerator, not replacement” dan “AI accelerates. Human decides.”
Selain berbagi pengalaman praktis, Hanif juga memberikan rekomendasi buku terkait user research dan user experience, seperti Just Enough Research karya Erika Hall serta The User Experience Team of One karya Leah Elley dan Joe Natoli.
Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan diskusi langsung antara pembicara dan mahasiswa sepanjang sesi perkuliahan. Di akhir kegiatan, peserta mengikuti sesi tanya jawab dan foto bersama.


