Designing Beyond The Screen: Bagaimana Backend Membentuk User Experience

Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia > Campus News > Designing Beyond The Screen: Bagaimana Backend Membentuk User Experience

Depok, 20 Mei 2026 — Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia (Fasilkom UI) menyelenggarakan sesi kuliah bertajuk Designing Beyond The Screen: Bagaimana Backend Membentuk User Experience di Ruang 2.2306 Lt. 3 Gedung B Lama Fasilkom UI. Kegiatan ini merupakan bagian dari perkuliahan Desain dan Evaluasi Sistem Berbasis Pengguna Fasilkom UI dan menghadirkan Yulistiyan Wardhana, Senior Software Engineer GoPay Indonesia, sebagai pembicara. Sesi ini dihadiri oleh mahasiswa pascasarjana Fasilkom UI serta Prof. Harry Budi Santoso, Ph.D.

Yulistiyan Wardhana atau Yulis merupakan alumni Fasilkom UI yang memiliki pengalaman di bidang software engineering, backend development, dan system architecture. Saat ini, ia bekerja sebagai Senior Software Engineer di GoPay Indonesia dan pernah berkontribusi di berbagai perusahaan teknologi seperti Bukalapak, Mekari, dan Mamikos.

Dalam sesi tersebut, Yulis menjelaskan bahwa pengalaman pengguna dalam sebuah aplikasi tidak hanya ditentukan oleh desain antarmuka, tetapi juga oleh bagaimana sistem backend dirancang. Menurutnya, backend memiliki peran penting dalam mendukung performa aplikasi, fleksibilitas pengembangan, serta kemampuan sistem untuk beradaptasi terhadap kebutuhan pengguna.

Ia juga membahas hubungan antara Human Computer Interaction (HCI), User Experience (UX) Design, dan backend engineering dalam pengembangan produk digital. Salah satu pendekatan yang dijelaskan adalah Backend for Frontend (BFF), yaitu lapisan adaptasi yang membantu menjembatani kebutuhan aplikasi dengan layanan backend sehingga pengembangan fitur dapat dilakukan secara lebih fleksibel.

Dalam pemaparannya, Yulis menjelaskan bagaimana aplikasi bekerja melalui ilustrasi hubungan antara front end dan backend, termasuk bagaimana kode front end disusun dan dikelola. Ia menekankan bahwa front end tidak hanya berfungsi sebagai layer presentasi, tetapi juga dapat menjadi fondasi yang mendukung banyak feature team dalam pengembangan produk.

Beberapa aspek yang dibahas meliputi design system dengan komponen reusable seperti button, form, modal, dan table, penggunaan shared business primitives seperti authentication, permission, feature flag, analytics, dan error handling, serta pengelolaan state dan data layer untuk proses pengambilan dan penyimpanan data aplikasi.

Yulis juga menjelaskan prinsip “The service owns the domain. The UI owns the presentation” untuk menggambarkan pembagian tanggung jawab antara backend dan antarmuka pengguna. Ia kemudian memberikan contoh kasus dari aplikasi GoPay yang memiliki tampilan bukti pembayaran berbeda sesuai kebutuhan pengguna, meskipun berasal dari layanan yang sama. Perbedaan tersebut terlihat pada tingkat detail informasi, tombol, serta opsi tindakan yang tersedia pada antarmuka aplikasi.

Selain itu, ia menjelaskan bahwa pendekatan BFF tetap memiliki keterbatasan. Tampilan baru dengan elemen antarmuka yang sepenuhnya berbeda tetap memerlukan perubahan pada sisi front end karena BFF bekerja berdasarkan kontrak yang telah ditentukan antara front end dan backend.

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui diskusi langsung antara pembicara dan mahasiswa selama sesi perkuliahan. Di akhir kegiatan, sesi dilanjutkan dengan tanya jawab dan foto bersama.