Depok, 6 Mei 2026 — Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia (Fasilkom UI) menyelenggarakan Seminar Reboan 2026 Episode 6 bertajuk Artificial Intelligence for Very High-Frequency Communication Systems di Ruang Sidang Gedung Baru Fasilkom UI serta secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Visiting Professor Program UI Insight 2026 yang menghadirkan Prof. Iyad Dayoub, Ph.D., sebagai pembicara utama. Seminar dipandu oleh Aprinaldi, S.Kom., M.Kom., Ph.D.Eng. sebagai moderator.
Prof. Iyad Dayoub merupakan profesor di bidang Communications Engineering yang saat ini menjabat sebagai Director of Telecommunications Technologies & Intelligent Systems Department di IEMN-CNRS serta mengajar di INSA Hauts-de-France dan Université Polytechnique Hauts-de-France, Prancis. Penelitiannya berfokus pada teknologi komunikasi nirkabel generasi terbaru, termasuk 5G/6G, millimeter wave communication, Internet of Things (IoT), serta penerapan kecerdasan artifisial pada sistem komunikasi modern.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Dekan Fasilkom UI, Prof. Dr. Eng. Wisnu Jatmiko, yang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya seminar akademik internasional ini. Seminar dihadiri oleh dosen dan mahasiswa Fasilkom UI, di antaranya Ir. Setiadi Yazid, M.Sc., Ph.D., Dr. Baginda Anggun Nan Cenka, dan Vektor Dewanto, Ph.D.
Dalam pemaparannya, Prof. Iyad membahas perkembangan teknologi komunikasi menuju era beyond-5G dan 6G yang memanfaatkan frekuensi sangat tinggi, seperti millimeter wave dan D-band. Menurutnya, penggunaan frekuensi tinggi membawa berbagai tantangan baru, seperti pelemahan sinyal (path loss), hambatan sinyal (blockage), serta kompleksitas sistem komunikasi pada lingkungan yang dinamis.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, Prof. Iyad menjelaskan bagaimana kecerdasan artifisial (AI) dapat dimanfaatkan dalam sistem komunikasi modern. Salah satu contohnya adalah penggunaan AI pada teknologi beamforming, yaitu metode untuk mengarahkan sinyal komunikasi secara lebih presisi agar koneksi tetap stabil dan efisien. Ia juga memaparkan penerapan AI dalam komunikasi antarkereta (train-to-train communication) serta pada sistem komunikasi kendaraan pintar.
Selain itu, Prof. Iyad menjelaskan penerapan AI untuk mengatasi perilaku nonlinier pada power amplifier di sistem komunikasi frekuensi tinggi. Menurutnya, pada frekuensi tinggi perangkat komunikasi dapat mengalami penurunan kualitas sinyal sehingga diperlukan pendekatan berbasis AI untuk meningkatkan performa dan efisiensi sistem.
Pada sesi berikutnya, Prof. Iyad turut membahas peluang pengembangan teknologi komunikasi berbasis AI di masa depan, termasuk penerapan edge AI, optimalisasi penggunaan spektrum frekuensi, serta pengembangan sistem komunikasi yang lebih adaptif terhadap kondisi jaringan secara real time.
Seminar berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Dosen dan mahasiswa menunjukkan antusiasme dengan mengajukan berbagai pertanyaan terkait penerapan teknologi AI pada komunikasi nirkabel, isu privasi pada sistem komunikasi frekuensi tinggi, hingga tantangan implementasi teknologi tersebut di negara berkembang seperti Indonesia.
Melalui kegiatan ini, diharapkan sivitas akademika Fasilkom UI dapat memperoleh wawasan mengenai perkembangan teknologi komunikasi generasi berikutnya dan peluang riset di bidang kecerdasan artifisial serta sistem komunikasi nirkabel masa depan.


