Depok, 7 Mei 2026 — Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia (Fasilkom UI) melanjutkan rangkaian Visiting Professor Program UI Insight 2026 dengan menghadirkan Prof. Iyad Dayoub, Ph.D., sebagai dosen tamu di Ruang A1.54 Gedung Baru Fasilkom UI. Prof. Iyad merupakan Professor of Communications Engineering yang saat ini menjabat sebagai Director of Telecommunications Technologies & Intelligent Systems Department di IEMN-CNRS serta mengajar di INSA Hauts-de-France dan Université Polytechnique Hauts-de-France, Prancis. Kegiatan ini dihadiri oleh mahasiswa Fasilkom UI dan turut didampingi oleh dosen Fasilkom UI, Vektor Dewanto, Ph.D.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Vektor Dewanto, Ph.D. yang menyampaikan apresiasi atas kehadiran Prof. Iyad serta mendorong mahasiswa untuk aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan selama sesi berlangsung. Suasana kelas berlangsung santai dan interaktif sejak awal, ditandai dengan percakapan ringan mengenai perbedaan budaya dalam kegiatan perkuliahan di berbagai negara, termasuk kebiasaan penggunaan perangkat elektronik maupun makan dan minum di dalam kelas.
Pada awal pemaparannya, Prof. Iyad memperkenalkan latar belakang akademik dan institusi yang berafiliasi dengannya. Ia juga menyampaikan bahwa meskipun ini merupakan kunjungan pertamanya ke Universitas Indonesia, dirinya telah berkunjung ke Indonesia sebelumnya dan saat ini turut membimbing sejumlah mahasiswa asal Indonesia dalam penelitiannya.
Dalam kuliah bertajuk Machine Learning: Blind Identification, Authentication & Classification in Wireless Communications, Prof. Iyad membahas pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) dalam sistem komunikasi nirkabel modern, khususnya untuk mendukung perkembangan teknologi 5G dan 6G. Ia menjelaskan bahwa perkembangan teknologi komunikasi menghadirkan tantangan baru, seperti kepadatan spektrum frekuensi, banyaknya jenis sinyal yang berbeda, serta kebutuhan komunikasi yang cepat, adaptif, dan andal untuk berbagai sektor seperti transportasi cerdas, kesehatan, industri, dan keselamatan publik.
Prof. Iyad juga menjelaskan konsep cognitive radio, yaitu sistem komunikasi yang mampu memahami kondisi lingkungannya dan menyesuaikan perilaku komunikasinya secara otomatis. Menurutnya, teknologi ini menjadi penting untuk mendukung berbagai penerapan masa depan, seperti kendaraan otonom dengan komunikasi Vehicle-to-Everything (V2X), operasi medis jarak jauh, sistem industri berbasis AI, hingga jaringan tanggap bencana yang dapat mengatur penggunaan spektrum komunikasi secara mandiri.
Selain itu, dibahas pula pentingnya blind AI-based waveform detection, yaitu penggunaan AI untuk mengenali dan mengklasifikasikan sinyal komunikasi tanpa perlu mengetahui bentuk sinyal tersebut sebelumnya. Prof. Iyad menjelaskan bahwa pendekatan ini dibutuhkan karena sistem komunikasi modern kini semakin kompleks dengan hadirnya berbagai perangkat seperti Internet of Things (IoT), satelit, UAV, serta jaringan 5G dan 6G. Teknologi AI dinilai mampu membantu sistem mempelajari pola sinyal secara langsung dari data mentah, mendeteksi sinyal baru, serta meningkatkan keamanan komunikasi dari gangguan maupun pemalsuan sinyal.
Sesi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari mahasiswa, mulai dari aspek teknis terkait penerapan AI pada komunikasi nirkabel hingga pengalaman pribadi Prof. Iyad dalam menempuh studi dan melakukan riset di bidang kecerdasan artifisial dan telekomunikasi.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan dapat memperoleh wawasan mengenai perkembangan riset komunikasi nirkabel berbasis AI serta memahami tantangan dan peluang teknologi komunikasi generasi mendatang.


