Pertunjukan KARSA BERSATU: Kreasi Artistik Sinema musikal Berbantuan SIBI bagi Tunarungu dari Fasilkom UI

Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia > Berita > Pertunjukan KARSA BERSATU: Kreasi Artistik Sinema musikal Berbantuan SIBI bagi Tunarungu dari Fasilkom UI

Sabtu (22/5) Uluwatu Orchestra Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia (Fasilkom UI) menyelenggarakan kegiatan meet and greet dan syukuran terbatas menandai akan dimulainya proses syuting dan produksi film musikal bertajuk KARSA BERSATU ‘Kreasi ARtistik Sinema musikAl BERbantuan SIBI bAgi TUnarungu’ yang akan digelar pada 28 Oktober 2021 pada acara puncak Dies Natalis ke 35 Fasilkom UI.

Pada kegiatan meet the cast, dilakukan sesi tanya jawab antara peserta yang hadir dengan para aktor, penata musik, produser, direktur program, dan penata teknologi pementasan. Prof. Dr. Achmad Nizar Hidayanto (Wakil Dekan Bidang Sumber Daya, Ventura dan Administrasi Umum Fasilkom UI) dalam sambutannya menyampaikan bahwa yang spesial dari pertunjukan Uluwatu Orchestra tahun ini adalah adanya penggunaan teknologi yang dapat merangkul tunarungu. Teknologi ini merupakan buah karya riset dari dosen Fasilkom UI, Dr. Ir. Erdefi Rakun, M.Sc. Menyatukan dua varian yang berbeda, seni dan teknologi menjadi tantangan bagi Uluwatu Orchestra sebagai upaya kolaboratif untuk mencari solusi agar media baru mampu berkontribusi dan lebih bermakna bagi sesama.

Selain itu, pada tahun ini Film Musikal Sangkuriang Uluwatu Orchestra Fasilkom UI KARSA BERSATU melibatkan aktor, penyanyi, penari dan musisi dari lintas disiplin yang meleburkan diri. Uluwatu Orchestra Fasilkom UI membuka kerjasama dan kemungkinan-kemungkinan baru untuk berada bersama-sama di dalam sebuah ruang kreatif untuk mewujudkan misi Kampus Merdeka. Semoga kedepannya antara Fasilkom UI dan LSPR Communication and Business Institute tidak hanya bekerjasama dalam bidang seni, melainkan riset karena ekspresi budaya Indonesia banyak yang perlu dilindungi.


“Perpaduan seni pertunjukan dengan teknologi terkini yang tahun ini akan di helat oleh Uluwatu Orchestra Fasilkom UI diharapkan dapat merangkul tunarungu yang memilki hambatan pendengaran tetap dapat menikmati alur cerita film dengan baik”, ujar Dr. Erdefi Rakun di sesi tanya jawab meet the cast. Teknologi yang digunakan adalah sebuah aplikasi penerjemah teks bahasa Indonesia menjadi gerakan SIBI (Sistem Isyarat Bahasa Indonesia) yang mampu menterjemahkan dialog dan lirik lagu-lagu yang dibawakan oleh para aktor/penyanyi ke dalam sebuah animasi tiga dimensi. Pada kesempatan yang sama Prof. Dr. Budi Susilo Soepandji, Pembina Orkes Simfoni Universitas Indonesia (OSUI) Mahawaditra pada sambutannya juga menyampaikan bahwa OSUI Mahawaditra harus menyambut niat baik ajakan kerjasama Uluwatu Orchestra Fasilkom UI sehingga nantinya bisa berkembang bersama-sama mengharumkan nama Universitas Indonesia. Harapan juga sempat disampaikan oleh Prof Budi, “Dengan berkembangnya teknologi semoga tunarungu juga dapat diberikan kesempatan untuk membantu pembuatan aransemen musik”, ujarnya. Hal ini ditanggapi oleh Dr. Erdefi Rakun, “Sangat memungkin/berpotensi bagi tunarungu untuk bisa membuat aransemen musik yang baik karena pada dasarnya tunarungu hanya memilki keterbatasan pendengaran tetapi secara kemampuan/intelegensi tunarungu tidak berbeda dengan individu normal lainnya justru lebih ulet dan tekun dan tidak mudah terdistraksi. Tentu dengan teknologi kita perlu membantu mereka untuk “mendengar musik” lewat indra lainnya”, ujar Erdefi.

Melalui kerja kolaborasi dari berbagai individu, tema, dan disiplin, pertunjukan Uluwatu Ochestra Fasilkom UI nantinya mencoba memperlihatkan bagaimana kehidupan manusia menjadi lebih bermakna ketika membangun hubungan dengan berbagai entitas, yakni seni dan teknologi, dalam jalinan simbiotik

Film Sangkuriang KARSA BERSATU Uluwatu Orchestra, tidak memiliki perbedaan signifikan dengan cerita Sangkuriang yang telah dikenal masyarakat, “Film ini tetap akan mengekspos tentang sindrom oedipus complex yang dialami oleh jawara asal tanah Sunda (Sangkuriang), hal yang membedakan adalah adanya visualisasi ikatan pernikahan antara Dayang Sumbi dan Tumang (anjing yang merupakan ayah dari Sangkuriang). Tahun ini kita mencari sesuatu yang berbeda”, ungkap Aya Prakoso sebagai Direktur Program Uluwatu Orchestra Fasilkom UI.

Peran Tumang memang menjadi unsur yang sentral dalam film ini, dan hal ini merupakan tantangan tersendiri bagi Tim Produksi Uluwatu, karena secara fisik Tumang tidak diperankan oleh seorang aktor. Selain itu, pada kisah aslinya, peran Tumang tidaklah terlalu signifikan dalam narasi cerita, sehingga mengekspos Tumang menjadi sebuah pilihan yang cukup menantang.

Pertunjukan film ini akan dibalut dengan sembilan lagu bernuansa kontemporer, perpaduan antara musik modern dengan musik klasik yang akan mengiringi adegan-adegan bernuasa tragedi. Film musikal ini diproduseri oleh Panca Hadi Putra, dan dibintangi oleh aktor/penyanyi Fasilkom UI, diantaranya yaitu Kay Lee Rudaina (Fasilkom 2021), Aya Prakoso (Sekretaris Pimpinan Fasilkom UI dan Aktivis Seni), serta menggandeng aktor dari LSPR Communication and Business Institute, M. Raffi Ankelie Ekuin. Film ini juga berkolaborasi dengan para penari dari komunitas tari Fasilkom UI, Binari dan LSPR Communication and Business Institute. Dalam bidang penata musik, Pradya Brahmaputra bertindak sebagai music director, Rizky Indrayadi sebagai music producer, dan Dio Nugroho sebagai audio engineer.

Kegiatan meet the cast ini digelar di Auditorium Indro Suwandi, Gedung Baru Fasilkom UI, Kampus UI Depok dan dihadiri oleh undangan terbatas agar tetap mematuhi aturan protokol kesehatan yang diterapkan oleh UI. Pihak undangan yang hadir, yaitu Dr. Petrus Mursanto (Pejabat Dekan Fasilkom UI), Prof. Dr. Budi Soepandji, DEA, (Pembina Orkes Simfoni UI dan Ketua Yayasan President University), Dr. Ir. Erdefi Rakun, M.Sc, (Dosen dan Peneliti SIBI Fasilkom UI ), Yoana Emilio, S.E., (Branch Manager Bank Syariah Mandiri, KCUI Depok) sebagai salah satu perusahaan pemberi sponsor dan Dr. Panca O. Hadi Putra (Koordinator Kehumasan Fasilkom UI).
Uluwatu Orchestra adalah sebuah komunitas seni di Fasilkom UI yang dikelola dibawah pengawasan dekanat. Setiap tahunnya, Uluwatu menampilkan pergelaran seni dalam menyambut kegiatan Dies Natalis Fasilkom. Dimulai dari pertunjukan Gita Cinta dari SMA yang dilakukan secara virtual di tahun lalu, di tahun ini Uluwatu kembali memasukkan unsur teknologi dalam pertunjukannya.
“Diharapkan dengan adanya unsur Teknologi terkini dalam pertunjukan, energi pertunjukan bisa sampai ke penonton, khususnya tunarungu sehingga penonton bisa ikut bernyanyi dan merasakan getaran-getaran emosi pemain saat menarasikan cerita,” ujar Aya Prakoso yang juga turut bertindak sebagai program director dari pertunjukan Sangkuriang KARSA BERSATU ini.

Penulis: Aya Prakoso