Depok, 24 April 2026 — Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia (Fasilkom UI) menyelenggarakan sesi Diskusi Penelitian (Dilan) bertajuk “Your Information Systems Theory is Stupid” They Say—and They May Be Right. Learning to Build and Judge Theory in IS di Ruang Sidang Lantai 4 Gedung Baru Fasilkom UI. Kegiatan ini dilaksanakan secara luring dan daring, serta dihadiri oleh dosen, staf, dan mahasiswa dari berbagai jenjang Fasilkom UI, di antaranya Prof. Dr. Indra Budi selaku Kepala Program Studi Magister dan Doktor Ilmu Komputer serta Adila Alfa Krisnadhi, Ph.D. selaku Kepala Program Studi Sarjana Kecerdasan Artifisial.
Sesi ini menghadirkan Dr. Panca Hadi Putra, B.Sc. (Hons.), S.H., M.Bus., M.Kn., selaku Kepala Program Studi Magister Teknologi Informasi Fasilkom UI, sebagai pembicara. Kegiatan ini dirancang sebagai diskusi mengenai pengembangan teori dalam bidang sistem informasi, khususnya untuk membantu mahasiswa, terutama pada jenjang doktoral, dalam memperkuat kontribusi teoritis dalam penelitian mereka.
Dalam pemaparannya, Dr. Panca menjelaskan berbagai perspektif mengenai konsep teori dalam sistem informasi, termasuk bagaimana teori dapat dipahami sebagai representasi abstrak dari realitas. Ia juga melemparkan pertanyaan kepada peserta tentang perbedaan karakteristik penelitian pada jenjang sarjana, magister, dan doktor, serta pentingnya kedalaman analisis dan kontribusi ilmiah pada setiap tingkat pendidikan.
Lebih lanjut, dibahas pula berbagai jenis teori yang digunakan dalam penelitian sistem informasi, mulai dari teori deskriptif, prediktif, hingga preskriptif. Dr. Panca menekankan bahwa teori yang baik tidak hanya mampu menjelaskan fenomena, tetapi juga dapat menghasilkan prediksi yang dapat diuji melalui pengamatan dan pengukuran yang sistematis.
Selain itu, sesi ini turut mengulas berbagai pendekatan dalam pengembangan teori, termasuk pentingnya metodologi yang tepat dalam penelitian sistem informasi. Pembahasan juga mencakup hubungan antara konsep, model, dan realitas, serta bagaimana kerangka teoritis dapat digunakan untuk memahami dan mengembangkan sistem berbasis teknologi informasi.
Pada bagian akhir, Dr. Panca memperkenalkan kerangka evaluasi teori yang mencakup beberapa aspek penting, seperti signifikansi fenomena, kekuatan penjelasan, kebaruan, kesederhanaan (parsimoni), serta kemampuan teori untuk diuji (falsifiabilitas). Ia menekankan bahwa pemahaman terhadap aspek-aspek tersebut penting untuk menghasilkan penelitian yang memiliki kontribusi ilmiah yang kuat dan relevan.
Sesi berlangsung interaktif dengan adanya diskusi dan pertukaran gagasan antara pembicara dan peserta. Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta dapat memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai pengembangan dan evaluasi teori dalam sistem informasi, serta mampu menerapkannya dalam penelitian akademik secara lebih sistematis dan berdampak.


