Psychological First Aid (PFA) dan Konseling Dasar — Sesi 1

Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia > Campus News > Psychological First Aid (PFA) dan Konseling Dasar — Sesi 1

Depok, 23 April 2026 — Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia (Fasilkom UI) menyelenggarakan kegiatan bertajuk Psychological First Aid (PFA) dan Konseling Dasar yang berlangsung di Ruang Sidang lantai 4 gedung baru. Kegiatan ini dihadiri oleh dosen dan staf Fasilkom UI sebagai bagian dari upaya peningkatan kesadaran serta kemampuan dalam menjaga kesehatan mental di lingkungan akademik.

Kegiatan ini menghadirkan Ibu Ika Malika, M.Psi., Psikolog, sebagai narasumber yang membawakan materi seputar kesehatan mental serta pentingnya pertolongan pertama pada kondisi psikologis. Fasilkom UI sendiri telah menyediakan layanan konseling bagi civitas academica, sehingga pelatihan ini menjadi pelengkap dalam memperkuat peran individu dalam memberikan dukungan awal bagi rekan kerja maupun mahasiswa.

Dalam pemaparannya, Ibu Ika Malika menjelaskan bahwa terdapat beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam memberikan Psychological First Aid (PFA), yaitu memastikan keselamatan, menjaga kehormatan, serta menghormati hak individu yang sedang mengalami kesulitan. Ia juga memaparkan langkah-langkah praktis dalam menawarkan bantuan, dimulai dari mengidentifikasi kebutuhan utama seperti kondisi fisik, kesehatan, dan keamanan, kemudian mendiskusikan rencana penanganan, hingga mendampingi individu dalam menjalankan rencana tersebut.

Selain itu, peserta diperkenalkan pada prinsip dasar PFA yang dikenal dengan konsep Prepare, Look, Listen, Link. Prinsip ini menekankan pentingnya kesiapan dalam membantu, kemampuan mengamati kondisi sekitar, mendengarkan secara empatik, serta menghubungkan individu dengan bantuan yang lebih lanjut jika diperlukan.

Sesi berlangsung secara interaktif, di mana Ibu Ika Malika mengajak peserta untuk berbagi pengalaman dalam menghadapi situasi nyata terkait kesehatan mental. Dalam salah satu aktivitas, peserta diminta menuliskan kalimat yang akan mereka sampaikan kepada individu yang membutuhkan bantuan psikologis. Dari latihan ini, Ibu Ika Malika memberikan masukan agar peserta dapat menggunakan pendekatan komunikasi yang lebih empatik dan tepat sasaran.

Sebagai bagian dari praktik sederhana yang dapat diterapkan sehari-hari, peserta juga diajarkan teknik relaksasi pernapasan untuk membantu menenangkan diri. Teknik ini dilakukan dengan menarik napas selama empat detik, menahan selama empat detik, menghembuskan napas selama empat detik sambil membayangkan melepaskan beban pikiran, kemudian menahan kembali selama empat detik sebelum mengulangi siklus tersebut.

Pada akhir sesi pertama, peserta mengikuti simulasi dalam kelompok kecil yang terdiri dari tiga hingga empat orang. Dalam simulasi ini, peserta berperan sebagai pemberi dan penerima bantuan dengan berbagai studi kasus yang berbeda. Setelah simulasi, dilakukan diskusi untuk mengevaluasi pendekatan yang digunakan serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi. Narasumber kemudian memberikan umpan balik untuk memperkaya pemahaman peserta.

Kegiatan ini akan dilanjutkan pada sesi kedua yang dijadwalkan berlangsung pada 30 April 2026, sebagai bagian dari rangkaian pembelajaran berkelanjutan dalam mendukung kesehatan mental di lingkungan Fasilkom UI.