Depok, 4 Mei 2026 — Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia (Fasilkom UI) memulai rangkaian Visiting Professor Program UI Insight 2026 dengan menghadirkan Prof. Iyad Dayoub, Ph.D., seorang profesor di bidang Communications Engineering yang memiliki pengalaman panjang dalam riset dan pengembangan teknologi komunikasi nirkabel. Saat ini, Prof. Iyad menjabat sebagai Director of Telecommunications Technologies & Intelligent Systems Department di IEMN-CNRS serta mengajar di INSA Hauts-de-France dan Université Polytechnique Hauts-de-France, Prancis. Penelitiannya berfokus pada teknologi komunikasi masa depan, seperti 5G/6G, Internet of Things (IoT), kecerdasan artifisial untuk sistem nirkabel, serta intelligent transportation systems.
Pada hari pertama kunjungannya, Prof. Iyad hadir sebagai dosen tamu dalam kegiatan perkuliahan Kelas Khusus Internasional yang turut dihadiri oleh dosen Fasilkom UI, yaitu Aprinaldi, S.Kom., M.Kom., Ph.D.Eng. dan Made Harta Dwijaksara, S.T., M.Sc., Ph.D.
Dalam kuliah bertajuk Evolution of Radio Communication Systems toward 6G, Prof. Iyad membahas perkembangan sistem komunikasi radio dari generasi pertama hingga generasi keenam. Sesi diawali dengan pengenalan diri serta institusi tempat beliau berafiliasi, kemudian dilanjutkan dengan pembahasan mengenai standardisasi telekomunikasi melalui European Telecommunications Standards Institute (ETSI), organisasi standar global yang berperan dalam pengembangan standar teknologi digital dan teknologi informasi dan komunikasi.
Dalam pemaparannya, Prof. Iyad menjelaskan bahwa ETSI didirikan pada tahun 1988 sebagai organisasi nirlaba dan saat ini melibatkan ratusan perusahaan dari berbagai negara. ETSI berperan dalam pengembangan ribuan standar teknis yang mendukung interoperabilitas dan keamanan teknologi digital global.
Prof. Iyad juga menjelaskan perkembangan standar komunikasi nirkabel global, termasuk konsep jaringan seperti Wide Area Network (WAN), Metropolitan Area Network (MAN), Local Area Network (LAN), dan Personal Area Network (PAN). Selain itu, ia menyoroti evolusi jaringan seluler mulai dari 1G pada era 1980-an hingga 5G yang mulai digunakan secara luas sejak dekade 2020-an. Dalam paparannya, ia menyebut bahwa sistem jaringan seluler pertama dimulai pada akhir 1970-an melalui Nordic Mobile Telecommunication (NMT).
Pada sesi pembahasan mengenai transisi dari 5G menuju 6G, Prof. Iyad menjelaskan bahwa teknologi 6G diproyeksikan membawa peningkatan performa yang sangat signifikan, bahkan hingga seribu kali lebih cepat dibandingkan generasi sebelumnya. Menurutnya, peningkatan ini penting untuk mendukung sistem otonom, seperti kendaraan tanpa pengemudi, yang membutuhkan latensi sangat rendah. Teknologi 6G diperkirakan mampu menghadirkan latensi hingga 0,1 milidetik.
Kegiatan diakhiri dengan sesi diskusi interaktif, di mana dosen dan mahasiswa berkesempatan mengajukan berbagai pertanyaan terkait perkembangan teknologi komunikasi nirkabel dan tantangan implementasi 6G di masa depan.
Prof. Iyad Dayoub dijadwalkan melanjutkan rangkaian kegiatan Visiting Professor Program UI Insight 2026 di Fasilkom UI hingga Jumat, 8 Mei 2026, melalui berbagai kegiatan akademik seperti diskusi riset, seminar, dan kuliah tamu bersama sivitas akademika Fasilkom UI.

