Depok, 4 Juni 2026 — Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia (Fasilkom UI) menyelenggarakan kegiatan Kompilasi Proposal Program Promoting Research and Innovation through Modern and Efficient Science and Techno Parks (PRIME STeP) 2026 di Ruang Rapat Besar, Gedung A Lantai 2, Gedung Lama Fasilkom UI. Kegiatan ini dihadiri oleh dosen Fasilkom UI sebagai bagian dari upaya mendorong partisipasi civitas academica dalam program pendanaan riset, inovasi, dan pengembangan startup yang dikelola oleh Direktorat Inovasi dan Riset Berdampak Tinggi (DIRBT) Universitas Indonesia.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Prof. Harry Budi Santoso, S.Kom., M.Kom., Ph.D., selaku Manajer Riset, Inovasi, Pengabdian Masyarakat, dan Kemitraan Akademik Fasilkom UI. Dalam sambutannya beliau berterima kasih kepada pembicara dan berharap kegiatan ini akan memberikan manfaat.
Sesi pertama disampaikan oleh Prasandhya Astagiri Yusuf, Ph.D., selaku Kepala Subdirektorat Riset Berdampak Tinggi DIRBT UI. Pada kesempatan tersebut, ia memaparkan berbagai skema pendanaan yang tersedia, termasuk Program Pendanaan Inovasi (PPI) dan Pendanaan Startup yang berada di bawah koordinasi DIRBT UI.
Dalam pemaparannya, ia turut menampilkan capaian Indikator Kinerja Fakultas (IKF) Fasilkom UI pada bidang inovasi dan kekayaan intelektual. Pada tahun 2025, IKF inovasi Fasilkom UI tercatat sebanyak enam capaian dengan target peningkatan menjadi delapan belas pada tahun 2026. Sementara itu, IKF kekayaan intelektual mencapai 43 capaian pada tahun 2025 dengan target 50 capaian pada tahun 2026.
Selanjutnya ia menjelaskan bahwa Science Techno Park Universitas Indonesia (STP UI) mengakomodasi berbagai kelompok inovasi yang berasal dari seluruh sekolah, fakultas, dan program pendidikan di UI. Berbagai inovasi yang dikembangkan mencakup bidang kesehatan, sains dan teknologi, serta ilmu sosial dan humaniora, mulai dari pengembangan obat-obatan, produk herbal, pangan fungsional, alat kesehatan, rekayasa teknologi, hingga inovasi sosial.
Sesi kedua disampaikan oleh Ahmad Zulfikri Taning, Ph.D., selaku Kepala Subdirektorat Kekayaan Intelektual dan Promosi DIRBT UI, dengan topik Navigating University Intellectual Property: Solving Problem Through Innovation. Dalam pemaparannya, Ahmad menjelaskan peran strategis kekayaan intelektual dalam mendukung hilirisasi hasil penelitian dan pengembangan inovasi di perguruan tinggi.
Ia mengutip pandangan World Intellectual Property Organization (WIPO) yang menyebut universitas sebagai “factory of the knowledge economy”, yang menegaskan hubungan erat antara pengetahuan, inovasi, dan pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, hasil riset tidak hanya perlu menghasilkan kebaruan (novelty), tetapi juga mampu menjawab kebutuhan nyata dan menciptakan nilai bagi masyarakat.
Pada sesi ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai berbagai bentuk kekayaan intelektual yang dikelola universitas, seperti paten, hak cipta, dan merek dagang. Dijelaskan pula pentingnya perlindungan kekayaan intelektual untuk menjaga hak moral dan hak ekonomi peneliti, menyeimbangkan kebutuhan publikasi ilmiah dengan perlindungan hukum, serta berkontribusi terhadap peningkatan indeks inovasi nasional.
Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang membahas berbagai tantangan dalam pengelolaan kekayaan intelektual dan pengembangan inovasi di lingkungan perguruan tinggi. Melalui kegiatan ini, Fasilkom UI berharap semakin banyak dosen dan peneliti yang memanfaatkan peluang pendanaan dan perlindungan kekayaan intelektual untuk menghasilkan riset yang berdampak, inovatif, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan dunia industri.


