Seminar Reboan 2026 Eps. 5: From Lab to Funded Startup: Connecting Campus Innovation with Venture Capital

Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia > Campus News > Seminar Reboan 2026 Eps. 5: From Lab to Funded Startup: Connecting Campus Innovation with Venture Capital

Depok, 22 April 2026 — Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia (Fasilkom UI) menyelenggarakan Seminar Reboan episode 5 bertajuk From “Lab to Funded Startup: Connecting Campus Innovation with Venture Capital”. Kegiatan dilaksanakan secara luring di Ruang Sidang Lantai 4 Gedung Baru Fasilkom UI dan daring melalui Zoom ini dihadiri oleh mahasiswa program sarjana, magister, dan doktor, serta sivitas akademika Fasilkom UI. Seminar ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai ekosistem modal ventura dan peluang komersialisasi inovasi kampus menjadi startup yang siap didanai.

Kegiatan menghadirkan dua narasumber, yaitu Dr. Eddi Danusaputro, Chairman of AMVESINDO, dan Kahfiya Hasbi, S.H., L.L.M., Vice President of Operations and Governance Telkomsel Ventures. Diskusi dipandu oleh Dr. Baginda Anggun Nan Cenka, S.Kom., M.Kom., Assistant Manager for Research, Innovation, and Community Service Fasilkom UI. 

Seminar ini juga dihadiri oleh Dekan Fasilkom UI Prof. Dr. Eng. Wisnu Jatmiko, Kepala Program Studi Sarjana Kecerdasan Artifisial Adila Alfa Krisnadhi, Ph.D., Manajer Riset, Inovasi, Pengabdian Masyarakat, dan Kemitraan Akademik Prof. Harry Budi Santoso, Ph.D., serta Kepala Program Studi Magister dan Doktor Ilmu Komputer Prof. Dr. Indra Budi. Selain peserta yang hadir secara langsung, kegiatan ini juga diikuti oleh lebih dari 90 peserta lainnya melalui Zoom Meeting.

Dalam sambutannya, Dekan Fasilkom UI, Prof. Dr. Eng. Wisnu Jatmiko, menekankan pentingnya kolaborasi antara dunia akademik dan industri dalam membangun inovasi yang berdampak. Menurutnya, inovasi yang lahir dari kampus memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi solusi nyata bagi masyarakat apabila didukung dengan ekosistem yang tepat, termasuk akses terhadap investasi dan jaringan industri.

Pada sesi pemaparan materi, Dr. Eddi Danusaputro menjelaskan bahwa modal ventura adalah bentuk investasi di mana investor memberikan dana kepada startup dengan imbalan kepemilikan saham. Berbeda dengan bank yang memberikan pinjaman dan harus dikembalikan dengan bunga, dalam modal ventura investor tidak meminta pengembalian tetap. Sebaliknya, keuntungan diperoleh jika perusahaan yang didanai berkembang dan nilainya meningkat. Ia memaparkan bagaimana perusahaan modal ventura mengevaluasi startup melalui berbagai aspek, seperti kualitas tim, potensi pasar, model bisnis, tingkat persaingan, traksi bisnis, dan kesesuaian dengan portofolio investasi. Selain itu, ia juga membagikan pengalaman investasi pada sejumlah startup sukses di Indonesia serta menjelaskan tren investasi teknologi yang saat ini berkembang, termasuk di bidang kecerdasan artifisial.

Dalam pemaparannya, Kahfiya Hasbi, S.H., LL.M. menjelaskan bahwa Telkomsel Ventures berfokus pada investasi di startup tahap awal pertumbuhan karena potensi keuntungan (return) yang lebih besar dibandingkan perusahaan yang sudah matang. Ia memaparkan bahwa proses investasi melalui tahapan yang lebih mendalam seperti pencarian peluang investasi dari berbagai jaringan, desktop research, due diligence, hingga penilaian oleh komite investasi, yang dapat berlangsung dari beberapa bulan hingga beberapa tahun. Selain itu, ia menekankan pentingnya governance dalam startup, termasuk transparansi dan kejujuran dalam kondisi bisnis, terutama ketika menghadapi kerugian. Menurutnya, investor tidak selalu menuntut startup untuk langsung untung, tetapi ingin memastikan bahwa masalah yang terjadi bukan akibat manipulasi, melainkan bagian dari proses bisnis yang dapat diperbaiki.

Pada sesi diskusi dan tanya jawab, peserta aktif mengajukan pertanyaan mengenai peluang sektor startup yang potensial, strategi pendanaan bagi startup yang belum menghasilkan keuntungan, serta tantangan komersialisasi inovasi kampus. Salah satu poin utama yang dibahas adalah perbedaan mendasar antara penelitian akademik dan produk startup yang siap dipasarkan. Para narasumber menekankan bahwa inovasi kampus perlu didukung oleh pemahaman pasar, kolaborasi lintas disiplin, dan jaringan industri agar dapat berkembang menjadi bisnis yang berkelanjutan.

Melalui seminar ini, diharapkan mahasiswa dapat memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai dunia startup dan modal ventura, sekaligus membuka wawasan tentang bagaimana hasil riset dan inovasi di lingkungan kampus dapat dihilirisasi menjadi produk yang nyata.