Depok, 10 Juni 2026 — Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia (Fasilkom UI) menyelenggarakan hari terakhir kegiatan Intensive Course on Analysis of the Impact of Wind Power Plants on Radar Systems yang berlangsung di Ruang Kelas A1.54, Gedung Baru Fasilkom UI. Kegiatan yang menghadirkan Jan Pidanič, Ph.D. dari Faculty of Electrical Engineering and Informatics, University of Pardubice, Republik Ceko ini diikuti oleh dosen, mahasiswa, serta peserta umum dari berbagai institusi.
Memasuki hari ketiga, pembahasan difokuskan pada simulasi sistem radar, proses pengukuran di lapangan, serta berbagai pendekatan mitigasi untuk mengurangi pengaruh turbin angin terhadap kinerja radar primer. Materi yang disampaikan menjadi penutup dari rangkaian kursus intensif yang telah membahas dasar-dasar radar, karakteristik turbin angin sebagai target radar, hingga implementasi solusi untuk mengatasi gangguan yang ditimbulkannya.
Pada sesi awal, Jan Pidanič menjelaskan metodologi simulasi yang digunakan untuk memodelkan interaksi antara sistem radar dan turbin angin. Peserta diperkenalkan pada berbagai aspek yang memengaruhi hasil simulasi, termasuk geometri radar dan turbin angin, karakteristik sinyal yang dipantulkan, serta proses verifikasi model menggunakan data hasil pengukuran nyata. Melalui pembahasan ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai bagaimana simulasi digunakan untuk memprediksi dampak keberadaan turbin angin terhadap performa radar sebelum implementasi dilakukan di lapangan.
Selanjutnya, peserta mempelajari cara membaca dan menginterpretasikan gelombang radar yang diterima oleh sistem. Jan Pidanič menjelaskan bahwa sinyal radar yang dipantulkan oleh objek akan mengalami time delay atau keterlambatan waktu sebelum kembali ke antena radar. Fenomena ini menjadi salah satu dasar dalam pengukuran jarak objek. Dalam konteks turbin angin, pantulan sinyal dari baling-baling yang terus bergerak dapat menghasilkan karakteristik sinyal yang kompleks sehingga memerlukan analisis lebih lanjut untuk membedakannya dari target lain.
Ia menjelaskan bahwa radar tidak menampilkan objek secara langsung, melainkan menginterpretasikan pantulan sinyal berdasarkan berbagai parameter seperti elevasi, bangunan, dan jenis bahan yang terpantulkan. Karena itu, objek seperti turbin angin dapat salah teridentifikasi jika karakteristik pantulannya tidak dipahami dengan baik. Selain itu, proses pengukuran radar di lapangan memerlukan perencanaan yang matang dengan mempertimbangkan berat perangkat yang digunakan, kondisi cuaca, lokasi pengukuran, serta berbagai faktor yang dapat memengaruhi kualitas data penelitian.
Sebagai bagian dari penutup kegiatan, Jan Pidanič membagikan materi tutorial penggunaan MATLAB yang dapat digunakan peserta untuk melakukan simulasi secara mandiri setelah kegiatan berakhir. Materi tersebut diharapkan dapat membantu peserta memperdalam pemahaman mengenai simulasi sinyal radar dan analisis pengaruh turbin angin terhadap sistem radar.
Melalui rangkaian kegiatan selama tiga hari ini, peserta memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai dasar-dasar sistem radar, tantangan yang ditimbulkan oleh turbin angin, serta berbagai pendekatan simulasi, pengukuran, dan mitigasi yang dapat diterapkan untuk mendukung pengembangan sistem radar.


