Depok, 8 Mei 2026 — Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia (Fasilkom UI) menutup rangkaian Visiting Professor Programs UI Insight 2026 dengan menghadirkan Prof. Iyad Dayoub, Ph.D. sebagai pembicara pada DILAN Episode 44 yang diselenggarakan secara luring di Ruang Sidang Gedung Baru Fasilkom UI serta daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini menjadi ruang diskusi akademik yang mempertemukan mahasiswa, peneliti, dan akademisi untuk membahas perkembangan riset komunikasi nirkabel dan pengalaman studi doktoral di luar negeri.
Prof. Iyad Dayoub merupakan Professor of Communications Engineering yang saat ini menjabat sebagai Director of the Telecommunications Technologies & Intelligent Systems Department di IEMN-CNRS serta mengajar di INSA Hauts-de-France dan Université Polytechnique Hauts-de-France (UPHF), Prancis.
Pada kegiatan ini, Prof. Iyad turut menghadirkan empat mahasiswa doktoral asal Indonesia yang sedang menempuh studi Ph.D. di luar negeri untuk mempresentasikan penelitian mereka sekaligus berbagi pengalaman mengenai kehidupan akademik di luar negeri. Keempat mahasiswa tersebut adalah Chaeriah Bin Ali Wael, Prasetyo Putranto, R. Priyo Hartono Adji, dan Fito Herminawan.
Dalam sesi presentasi, Chaeriah Bin Ali Wael memaparkan penelitiannya mengenai pemanfaatan AI untuk komunikasi kendaraan berbasis 5G. Penelitian tersebut membahas tantangan pengalokasian sumber daya komunikasi pada jaringan kendaraan yang padat, serta penggunaan pendekatan deep reinforcement learning untuk meningkatkan efisiensi komunikasi.
Selanjutnya, Prasetyo Putranto mempresentasikan riset mengenai Reconfigurable Intelligent Surfaces (RIS) untuk komunikasi nirkabel 6G. Ia menjelaskan bagaimana teknologi RIS dapat membantu menciptakan jalur komunikasi virtual yang lebih optimal melalui pengaturan pantulan sinyal secara cerdas, sehingga meningkatkan kualitas komunikasi pada jaringan masa depan.
Penelitian lain yang dipresentasikan mencakup pengembangan teknologi microwave breast imaging serta teknologi Li-Fi berkecepatan tinggi untuk komunikasi data berbasis cahaya. Selain memaparkan riset, para mahasiswa doktoral—seperti Fito Herminawan—juga berbagi pengalaman mengenai proses studi di Prancis, mulai dari sistem pembelajaran, lingkungan laboratorium internasional, administrasi, akomodasi, hingga kehidupan sehari-hari sebagai mahasiswa internasional.
Dalam diskusi, Prof. Iyad menjelaskan adanya kolaborasi antara Université Polytechnique Hauts-de-France dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang saat ini mendukung sejumlah mahasiswa Indonesia untuk melanjutkan studi doktoral di Prancis. Ia juga menyampaikan peluang kolaborasi riset dan program postdoctoral bagi mahasiswa maupun peneliti Indonesia di masa mendatang.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari peserta terkait peluang studi lanjut, topik penelitian komunikasi nirkabel, hingga pengalaman beradaptasi di lingkungan akademik internasional. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan memperoleh wawasan mengenai perkembangan riset teknologi komunikasi modern sekaligus mendapatkan gambaran mengenai peluang studi dan kolaborasi internasional di bidang teknologi dan kecerdasan artifisial.


