Depok, 11 Maret 2026 — Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia (Fasilkom UI) kembali menyelenggarakan Seminar Reboan Episode 3 yang mengangkat tema “Pengenalan Biodiversitas Berbasis Sains Data untuk Mendukung Citizen Science” Kegiatan ini berlangsung di Ruang Sidang A.409, Lantai 4 Gedung Baru Fasilkom UI serta diikuti secara luring dan daring melalui Zoom.
Seminar ini menghadirkan Esa Prakasa, Kepala Pusat Riset Sains Data dan Informasi di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, ia memperkenalkan Pusat Riset Sains Data dan Informasi yang memiliki beberapa lokasi riset, antara lain di Kawasan Sains dan Teknologi (KST) Samaun Bandung, KST Habibie Serpong, serta KST Soekarno Cibinong.
Dr. Esa juga menyoroti posisi Indonesia sebagai salah satu negara megabiodiversitas terbesar di dunia. Letaknya di wilayah tropis dan diapit dua zona biogeografi utama menjadikan Indonesia memiliki kekayaan spesies yang sangat tinggi, mulai dari mamalia besar, primata, hingga ribuan jenis flora. Di wilayah laut, Indonesia juga berada di kawasan Coral Triangle yang dikenal memiliki keanekaragaman terumbu karang dan biota laut tertinggi di dunia. Oleh karena itu, penguatan integrasi data dan teknologi pemantauan biodiversitas menjadi penting agar potensi alam tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal tanpa mengganggu keseimbangan lingkungan.
Acara dibuka dengan sambutan dari Dekan Fasilkom UI, Wisnu Jatmiko, yang menekankan pentingnya pemanfaatan ilmu data dan kecerdasan buatan dalam mendukung riset lintas bidang, termasuk dalam upaya pelestarian keanekaragaman hayati di Indonesia.
Salah satu contoh penelitian yang dipaparkan adalah pengembangan sistem identifikasi plankton menggunakan model pembelajaran mesin. Plankton memiliki peran penting dalam ekosistem laut sebagai bagian utama rantai makanan sekaligus indikator kondisi lingkungan perairan. Namun, proses identifikasi secara manual sering kali memerlukan waktu lama dan keahlian taksonomi khusus. Untuk mengatasi hal tersebut, tim peneliti mengembangkan algoritma segmentasi dan klasifikasi berbasis AI yang dapat membantu proses identifikasi secara lebih efisien.
Penelitian serupa juga dilakukan pada identifikasi jenis kayu menggunakan pendekatan kombinasi data visual dan informasi tekstual dengan model Convolutional Neural Network (CNN). Metode ini memungkinkan sistem mengenali berbagai jenis kayu dengan tingkat akurasi yang semakin meningkat.
Selain itu, sistem identifikasi yang dikembangkan dirancang untuk terintegrasi dengan platform berbasis cloud sehingga pengguna dapat mengunggah gambar objek biologis untuk dianalisis secara otomatis. Ke depan, teknologi ini juga direncanakan tersedia dalam bentuk aplikasi mobile agar dapat digunakan lebih luas di lapangan.
Sebagai bagian dari upaya memperluas partisipasi publik, tim peneliti juga mengembangkan platform Citizen Science yang memungkinkan masyarakat umum berkontribusi dalam dokumentasi keanekaragaman hayati. Melalui platform ini, masyarakat dapat mengunggah berbagai data biodiversitas yang kemudian divalidasi oleh para ahli sebelum digunakan dalam penelitian.
Seminar kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif antara narasumber dan peserta. Kegiatan diakhiri dengan penyerahan sertifikat apresiasi kepada narasumber serta sesi foto bersama. Melalui kegiatan ini, diharapkan diskusi mengenai pemanfaatan sains data dan kecerdasan buatan dalam bidang biodiversitas dapat terus berkembang serta mendorong kolaborasi riset yang lebih luas dalam mendukung upaya pelestarian keanekaragaman hayati di Indonesia.


