Di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat akan sertifikat TOEFL untuk keperluan studi, beasiswa, maupun karier, startup edukasi teknologi Tofly hadir menawarkan pendekatan baru dalam mempersiapkan TOEFL ITP. Dikembangkan oleh sekelompok mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia (Fasilkom UI), Tofly memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih personal, interaktif, dan terjangkau bagi pelajar maupun profesional di Indonesia.
Tofly didirikan oleh empat mahasiswa Fasilkom UI dari program studi Sistem Informasi angkatan 2023, yaitu Farrel Reksa sebagai Chief Executive Officer (CEO), Yahya Ayyas sebagai Chief Technology Officer (CTO), Asyer Samuel sebagai Chief Information Officer (CIO), dan Hubban Syadid sebagai Chief Marketing Officer (CMO). Keempatnya menggabungkan kompetensi di bidang teknologi, pengembangan sistem, informasi, dan pemasaran untuk membangun platform pembelajaran TOEFL berbasis teknologi yang relevan dengan kebutuhan pengguna Indonesia. Dalam proses pengembangan bisnis dan inovasinya, tim Tofly dibimbing oleh dosen Fasilkom UI, Dr. Panca Hadi Putra. Pendampingan tersebut turut mendukung tim dalam mematangkan strategi pengembangan produk, model bisnis, serta pemanfaatan teknologi AI agar dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.

Tim Tofly bersama dosen pembimbing, Dr. Panca Hadi Putra, yang mendampingi pengembangan inovasi, strategi produk, dan model bisnis Tofly
Berangkat dari pengalaman pribadi para pendirinya yang merasa proses belajar TOEFL selama ini masih identik dengan buku latihan yang tebal, kelas yang mahal, serta minim umpan balik yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing individu, Tofly dikembangkan untuk menjawab tantangan tersebut melalui teknologi AI.
Farrel Reksa, CEO sekaligus salah satu pendiri Tofly, menjelaskan bahwa ide ini muncul dari keinginan menghadirkan solusi belajar yang lebih efektif sekaligus mudah diakses.
“Dulu kami harus les atau membeli buku tebal untuk belajar TOEFL. Prosesnya terasa membosankan dan tidak memberikan umpan balik yang benar-benar sesuai dengan kelemahan masing-masing. Dengan latar belakang kami di bidang teknologi informasi dan perkembangan AI yang semakin pesat, kami melihat peluang untuk membangun platform belajar yang lebih personal, praktis, dan terjangkau,” ujarnya.
Tofly dirancang sebagai platform persiapan TOEFL ITP berbasis AI yang mampu menganalisis kemampuan pengguna, mengidentifikasi area yang masih lemah, kemudian menyusun pengalaman belajar yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pengguna. Pendekatan ini memungkinkan proses belajar menjadi lebih terarah dibandingkan metode konvensional yang memberikan materi secara umum kepada seluruh peserta.

Antarmuka aplikasi Tofly yang intuitif dan berbasis kecerdasan buatan.
Platform ini menghadirkan empat pilar utama pembelajaran. Pertama, personalisasi berbasis AI yang memberikan latihan tata bahasa dan pembahasan interaktif melalui fitur chat. Kedua, ekosistem pembelajaran yang terdiri atas workshop mingguan gratis dan materi Video on Demand. Ketiga, sistem evaluasi melalui Weekly Try Out dan Progress Tracking sehingga pengguna dapat memantau perkembangan skor secara berkala. Terakhir, Tofly mengadopsi mekanisme gamifikasi seperti Daily Streak dan Progress Badge untuk membantu pengguna membangun konsistensi belajar setiap hari.
Salah satu keunggulan Tofly adalah fokusnya pada kebutuhan pengguna Indonesia. Selain menghadirkan materi yang relevan dengan format TOEFL ITP, seluruh layanan premium ditawarkan dengan biaya berlangganan di bawah Rp40.000 per bulan, menjadikannya lebih terjangkau dibandingkan berbagai alternatif pembelajaran TOEFL yang tersedia saat ini. Platform ini juga telah mendukung berbagai metode pembayaran melalui dompet digital lokal sehingga proses berlangganan menjadi lebih mudah dan praktis.

Presentasi P2MW tim Tofly terhadap Direktorat Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Indonesia
Inovasi yang dikembangkan Tofly telah memperoleh penghargaan di tingkat nasional. Pada tahun 2026, Tofly berhasil terpilih sebagai penerima pendanaan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa). Program tersebut merupakan salah satu skema pendanaan bagi startup mahasiswa yang telah menunjukkan pertumbuhan bisnis dan potensi dampak yang nyata.

Tim Tofly meraih prestasi di ajang kompetisi Bandung Startup Pitching Day.
Selain itu, Tofly juga berhasil meraih prestasi kategori Best Pitch dalam Bandung Startup Pitching Day, sebuah ajang kompetisi dan pemaparan startup yang mempertemukan perusahaan rintisan inovatif dengan mentor, investor, serta pelaku industri. Pencapaian ini semakin memperkuat posisi Tofly sebagai salah satu startup edutech yang berkembang pesat dengan memanfaatkan teknologi AI untuk menjawab kebutuhan pendidikan di Indonesia.
Ke depan, Tofly menargetkan untuk terus mengembangkan teknologi AI yang dimilikinya, memperluas variasi materi pembelajaran, serta membangun ekosistem belajar bahasa Inggris yang semakin adaptif terhadap kebutuhan setiap pengguna. Dengan visi tersebut, Tofly berharap dapat membantu lebih banyak masyarakat Indonesia meningkatkan kemampuan bahasa Inggris sekaligus membuka akses terhadap peluang pendidikan dan karier yang lebih luas.

