Depok, 14 April 2026 — Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia (Fasilkom UI) menyelenggarakan kuliah dosen tamu bertajuk “IT Service Management Best Practices and Use Case” yang menghadirkan Dr. Nurcholis Ramlan, M.T.I. sebagai pembicara. Kegiatan ini dimoderatori oleh Ibad Rahadian Saladdin, M.T.I. dan diinisiasi oleh Dr. Yekti Wirani, S.T., M.T.I., serta dihadiri oleh mahasiswa Fasilkom UI.
Dalam pemaparannya, Dr. Nurcholis menyoroti kesenjangan antara kompetensi lulusan sarjana dengan kebutuhan industri. Ia menekankan bahwa dunia kerja membutuhkan pemahaman teoritis yang diiringi kemampuan implementasi nyata dalam mengelola layanan teknologi informasi secara menyeluruh.
Konsep IT Service Management (ITSM) dijelaskan sebagai serangkaian aktivitas yang mencakup perancangan, perencanaan, implementasi, operasional, hingga pengendalian layanan TI. Fokus utama ITSM tidak hanya pada pengembangan aplikasi, tetapi juga memastikan layanan berjalan stabil, tersedia sepanjang waktu, dan mampu memberikan pengalaman optimal bagi pengguna.
Dr. Nurcholis menyoroti bahwa banyak organisasi masih menghadapi tantangan dalam pengelolaan layanan TI. Tidak sedikit yang hanya berfokus pada pengembangan aplikasi tanpa mempertimbangkan aspek operasional dan keberlanjutan, sehingga fungsi TI sering kali bersifat reaktif seperti “pemadam kebakaran” ketika terjadi gangguan. Dalam skala besar, jumlah aplikasi yang dikelola bahkan dapat mencapai ratusan dalam satu instansi. Jumlah aplikasi yang banyak dengan jumlah tenaga TI yang terbatas tentu tidak dapat menanganinya ketika ada masalah.
Dr. Nurcholis juga menjelaskan pentingnya arsitektur sistem modern, seperti microservices architecture, yang memungkinkan setiap komponen aplikasi berjalan secara independen. Pendekatan ini dinilai lebih andal, karena gangguan pada satu layanan tidak akan menyebabkan keseluruhan sistem berhenti beroperasi.
Menutup sesi, Dr. Nurcholis menyoroti peran kecerdasan artifisial dalam pengembangan ITSM, seperti otomatisasi klasifikasi insiden, prediksi gangguan, hingga pengembangan sistem yang mampu melakukan pemulihan secara mandiri.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan dapat memahami bahwa teknologi informasi tidak hanya berkaitan dengan pengembangan perangkat lunak, tetapi juga mencakup pengelolaan layanan secara menyeluruh untuk menciptakan sistem yang stabil, efisien, dan berkelanjutan agar dapat terus bermanfaat.


