Depok, 4 Juni 2026 — Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia (Fasilkom UI) menyelenggarakan seminar bertajuk “From Academic Projects to Real World Impact: Delivering Solutions, Driving ImpactI” yang menghadirkan praktisi industri untuk berbagi wawasan mengenai pengembangan karier, inovasi teknologi, serta penerapan hasil proyek akademik dalam dunia profesional. Kegiatan ini dihadiri oleh mahasiswa Fasilkom UI, khususnya peserta Mata Kuliah Proyek Pengembangan Sistem Informasi (Propensi) dan Mata Kuliah Proyek Perangkat Lunak (PPL). Kegiatan ini turut mendapat dukungan berharga dari SMAYA.
Seminar menghadirkan dua pembicara, yaitu Felix Nugroho selaku Chief Technology Officer (CTO) Ismaya dan Budhi Riyanta selaku Co-founder sekaligus Chief Marketing Officer (CMO) Medi-Call. Melalui sesi pemaparan dan diskusi, kedua pembicara membagikan pengalaman mereka dalam membangun karier di industri teknologi serta mengembangkan solusi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Dalam sesi diskusi, peserta memperoleh wawasan mengenai berbagai aspek yang menjadi pertimbangan dalam proses rekrutmen di industri. Menanggapi pertanyaan mengenai pentingnya prestasi akademik dan persyaratan seperti predikat cum laude, Felix Nugroho menjelaskan bahwa indeks prestasi kumulatif (IPK) dapat menjadi salah satu indikator untuk melihat performa dan kedisiplinan seseorang. Namun, menurutnya, IPK bukanlah satu-satunya faktor yang menentukan. Portofolio, kemampuan yang dimiliki, serta karakteristik individu juga menjadi aspek penting yang dipertimbangkan dalam proses seleksi.
Sementara itu, Budhi Riyanta menekankan bahwa kebutuhan kompetensi dapat berbeda bergantung pada jalur karier yang ingin ditempuh. Menurutnya, jalur profesional umumnya membutuhkan penguasaan hard skill yang kuat sesuai bidang yang ditekuni. Di sisi lain, jalur kewirausahaan memerlukan kemampuan soft skill seperti komunikasi, kemampuan memengaruhi orang lain, serta daya tahan untuk terus belajar dan berkembang di tengah berbagai tantangan.
Pada sesi tanya jawab, peserta juga memperoleh pandangan mengenai pengembangan produk dan strategi agar solusi yang dibangun dapat menjangkau lebih banyak pengguna. Salah satu poin yang disampaikan adalah pentingnya memastikan kualitas produk yang baik serta membangun kehadiran digital (digital presence) agar produk lebih mudah ditemukan dan dikenal oleh masyarakat.
Menjelang akhir kegiatan, kedua pembicara memberikan pesan kepada mahasiswa mengenai pentingnya perencanaan karier dan kemampuan beradaptasi di era perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat. Budhi Riyanta mendorong mahasiswa untuk mulai memahami tujuan dan arah karier yang ingin dicapai dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan, mengingat jalur profesional dan kewirausahaan memiliki tantangan serta kebutuhan yang berbeda.
Senada dengan hal tersebut, Felix Nugroho menekankan bahwa kemampuan beradaptasi merupakan faktor penting untuk bertahan dan berkembang di tengah perubahan. Ia mengajak mahasiswa untuk terus memupuk rasa ingin tahu, berani menghadapi permasalahan, serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis dalam mencari solusi yang bernilai dan relevan.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan cenderamata kepada para pembicara sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dan wawasan yang telah dibagikan, dilanjutkan dengan sesi foto bersama seluruh peserta seminar.


