
Seminar Reboan berkolaborasi dengan Divisi Pengembangan Kompetensi Dosen APTIKOM menghadirkan topik yang menarik bersama narasumber Ardi Andono, S.TP., M.Sc. 🤩✨
Pemanfaatan Kecerdasan Artifisial dalam Penyelamatan Badak Jawa: Kondisi Terkini, Peluang, dan Tantangan
Deskripsi Topik:
Penyelamatan Rhinoceros sondaicus (badak jawa) menghadapi tantangan besar akibat ukuran populasi yang sangat kecil, sebaran yang terbatas, serta keterbatasan data individu yang akurat dan berkelanjutan. Dalam konteks ini, penerapan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence, AI) membuka peluang strategis untuk meningkatkan efektivitas konservasi melalui otomasi identifikasi individu, pemantauan kesehatan, estimasi umur, serta analisis pergerakan dan penggunaan habitat berbasis data kamera jebak (camera traps), sensor lingkungan, dan citra digital. Pendekatan machine learning dan computer vision telah terbukti mampu meningkatkan efisiensi dan akurasi pengolahan data satwa liar dalam skala besar, sebagaimana ditunjukkan dalam berbagai studi pemantauan satwa berbasis deep learning (Norouzzadeh et al., 2018; Christin et al., 2019; Tabak et al., 2019).
Namun, penerapan AI dalam konservasi badak jawa juga menghadapi tantangan teknis dan operasional, terutama terkait keterbatasan jumlah dan kualitas data latih, potensi bias model akibat dataset yang tidak seimbang, serta kebutuhan validasi lapangan yang ketat untuk memastikan keandalan hasil identifikasi individu dan interpretasi kondisi biologis. Penelitian menunjukkan bahwa kinerja model deep learning pada data kamera jebak sangat dipengaruhi oleh kualitas anotasi dan konsistensi pengambilan citra (Norouzzadeh et al., 2018; Tabak et al., 2019). Oleh karena itu, penguatan sistem pengumpulan data jangka panjang dan integrasi basis data yang baik menjadi prasyarat utama agar AI dapat berfungsi secara optimal sebagai fondasi sistem monitoring dan pengambilan keputusan berbasis data dalam konservasi badak jawa.
Biografi Singkat Narasumber:
Ardi Andono, STP, MSc adalah seorang profesional konservasi alam Indonesia dengan pengalaman lebih dari dua dekade di bidang pengelolaan kawasan konservasi dan taman nasional. Saat ini ia menjabat sebagai Direktur Taman Nasional Ujung Kulon sejak 2023, setelah sebelumnya memimpin Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Barat dan menduduki berbagai posisi strategis di Taman Nasional Gunung Leuser, Gunung Gede Pangrango, serta Betung Kerihun, Danau Sentarum. Ia meraih gelar Magister Konservasi Hutan dan Alam dari Wageningen University, Belanda, dan sarjana pertanian dari Universitas Sriwijaya. Keahliannya meliputi konservasi keanekaragaman hayati, penegakan hukum lingkungan, GIS, serta pengelolaan ekosistem, dengan berbagai publikasi ilmiah dan penghargaan nasional maupun internasional atas kontribusinya dalam perlindungan satwa liar, khususnya Badak Jawa.
Hadiri diskusi bersama Ardi Andono, S.TP., M.Sc. pada Seminar Reboan 2026 Eps. 1 yang akan dilaksanakan pada:
📅Hari/Tanggal : Rabu, 28 Januari 2026
⏰Waktu: 10:00 – 12:00 WIB
Tempat:
📌On Site: Ruang Sidang (A.409) Lt. 4 Gedung Baru Fasilkom UI, Depok
–Terbatas untuk 40 peserta pertama
💻Online: Akan diberikan pada akhir pengisian form konfirmasi
📝 Link Konfirmasi:
Terima kasih atas partisipasi Anda, sampai jumpa di Seminar Reboan Eps. 1
