Depok, 11 Maret 2026 — Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia (Fasilkom UI) menyelenggarakan kegiatan persiapan proposal UI Incubate di Ruang Sidang Lantai 4, Gedung Baru Fasilkom UI. ini bertujuan membekali mahasiswa yang memiliki ide bisnis agar mampu menyusun strategi matang dalam membangun startup.
Kegiatan ini dihadiri oleh Prof. Harry Budi Santoso, selaku Manajer Riset, Inovasi, Pengabdian Masyarakat, dan Kemitraan Akademik Fasilkom UI. Acara dimoderatori oleh Dr. Baginda Anggun N C, Asisten Manajer Riset, Inovasi, dan Pengabdian Masyarakat Fasilkom UI, serta diikuti oleh mahasiswa Fasilkom UI yang tertarik mengembangkan ide bisnis dan startup. Kegiatan ini juga dihadiri oleh salah satu dosen Fasilkom UI yaitu Prof. Dr. Ir. Eko K. Budiardjo yang ikut berpartisipasi dalam sesi tanya dan jawab.
UI Incubate merupakan program dari Direktorat Inovasi dan Riset Berdampak Tinggi (DIRBT) UI yang pertama kali diluncurkan pada tahun 2023 dengan tujuan mendorong lahirnya mahasiswa wirausaha yang inovatif, berdampak, dan berkelanjutan. Pada tahun 2026, program ini menawarkan peluang besar bagi mahasiswa melalui alokasi pendanaan hingga Rp38 miliar. Topik prioritas yang dapat diajukan antara lain inovasi alat kesehatan, inovasi obat dan pangan fungsional, inovasi rekayasa teknik, serta inovasi sosial humaniora. Melalui program ini, mahasiswa juga memperoleh berbagai dukungan seperti pendanaan, pendampingan mentor, akses jejaring industri, serta peluang pengembangan karier di dunia startup.
Dr. Yekti Wirani, selaku Asisten Manajer Kemahasiswaan dan dosen Fasilkom UI, menjelaskan bahwa UI Incubate berfokus pada pengembangan wirausaha mahasiswa. Program ini terbagi ke dalam dua kriteria tahapan usaha, yakni Kriteria Usaha Awal untuk bisnis yang telah berjalan kurang dari 6 bulan, serta Kriteria Usaha Bertumbuh untuk usaha yang telah berjalan selama 6 bulan atau sudah mengikuti P2MW pada tahapan awal.
Penjelasan kemudian dilanjutkan oleh Andreas Senjaya, M.B.A yang memberikan insight mengenai hal-hal yang dicari oleh UI Incubate, yaitu startup dengan potensi berkembang secara nyata, tim yang memiliki komitmen dan mampu bekerja secara intensif, produk yang memecahkan masalah riil melalui inovasi teknologi, serta rencana implementasi yang solid selama masa inkubasi. Ia juga menjelaskan bahwa terdapat dua tahapan seleksi yang harus dilewati. Tahap pertama adalah seleksi substansi dasar berupa penilaian dokumen proposal, sedangkan tahap kedua adalah seleksi presentasi secara daring (online) secara real-time.
Narasumber terakhir, Salma Kurnia Dewi, membagikan pengalamannya sebagai salah satu mahasiswa yang berhasil menjalankan startup bernama Klaussa. Dalam pemaparannya, ia memberikan beberapa masukan kepada mahasiswa, antara lain pentingnya memiliki visi yang jelas, menunjukkan nilai keunikan, menggunakan pendanaan secara bijak, menjaga catatan keuangan, berhati-hati dalam pengelolaan dokumen legal, serta membangun sesuatu yang berbeda dan memiliki nilai.
Sesi kemudian dilanjutkan dengan tanya jawab. Pertanyaan yang diajukan antara lain mengenai kemungkinan tema industri kreatif untuk mengikuti seleksi, yang dijawab bahwa hal tersebut tentu saja diperbolehkan. Selain itu, terdapat pula mahasiswa yang telah memiliki usaha dan ingin mengetahui apakah dirinya dapat mengikuti program UI Incubate.
Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama. Melalui kegiatan ini, Fasilkom UI berharap mahasiswa dapat lebih siap menghadapi kompetisi serta memanfaatkan UI Incubate sebagai wadah untuk membangun kompetensi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.


