Mastering the Art of Quality Research Proposals: Strategies for Winning National & International Funding 

Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia > Campus News > Mastering the Art of Quality Research Proposals: Strategies for Winning National & International Funding 

Depok, 11 Mei 2026 — Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia (Fasilkom UI) melanjutkan rangkaian Visiting Professor Program UI Insight 2026 dengan menyelenggarakan kegiatan bertajuk Mastering Quality Research Proposals: Strategies for Winning National & International Funding di Ruang Sidang Gedung Baru Fasilkom UI. Kegiatan ini menghadirkan Prof. Madya Dr. Mohammad Kamrul Hasan, Associate Professor dari Center for Cyber Security, Universiti Kebangsaan Malaysia, sebagai pembicara utama, dengan Vektor Dewanto, S.T., M.Eng., Ph.D. sebagai moderator kegiatan. Seminar dihadiri oleh dosen dan mahasiswa pascasarjana Fasilkom UI.

Dalam pemaparannya, Prof. Hasan membahas berbagai lembaga pendanaan riset nasional dan internasional, seperti European Innovation Council, Horizon Europe, dan New Frontiers in Research Fund (NFRF). Ia menjelaskan bahwa lanskap penelitian saat ini mengalami perubahan dari penelitian yang berorientasi pada kuantitas menuju penelitian yang berfokus pada dampak. Menurutnya, riset modern juga semakin diarahkan untuk mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) serta pengembangan teknologi mendalam (deep tech) seperti kecerdasan artifisial (AI), 6G, dan komputasi kuantum.

Prof. Hasan juga memaparkan tingginya tingkat persaingan dalam memperoleh pendanaan riset. Ia menyebutkan bahwa tingkat keberhasilan proposal internasional umumnya berada pada kisaran 8–12 persen, sedangkan pendanaan nasional berkisar 15–22 persen. Oleh karena itu, menurutnya, kualitas penelitian saja tidak cukup, melainkan perlu disertai dampak yang jelas dan relevan agar proposal memiliki nilai lebih dibandingkan proposal lainnya.

Selain itu, ia menjelaskan bahwa proposal riset perlu dipandang sebagai value proposition atau bentuk penawaran nilai dari sebuah ide penelitian. Dalam penyusunannya, peneliti perlu mampu menjawab tiga pertanyaan utama, yaitu mengapa penelitian tersebut penting dilakukan (why this?), mengapa penelitian perlu dilakukan saat ini (why now?), dan mengapa peneliti tersebut layak menjalankan penelitian tersebut (why you?). Ia juga menjelaskan struktur executive summary yang baik, mulai dari menjelaskan permasalahan utama, solusi inovatif yang ditawarkan, hingga dampak sosial maupun ekonomi yang dapat dihasilkan.

Pada sesi ini, Prof. Hasan turut membagikan berbagai strategi yang dapat membantu meningkatkan peluang proposal riset untuk diterima oleh lembaga pendanaan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif antara peserta dan pembicara. Salah satu pertanyaan yang diajukan peserta membahas cara menyeimbangkan proses penyusunan proposal penelitian dengan kehidupan sehari-hari dan keluarga.

Melalui kegiatan ini, diharapkan dosen dan mahasiswa pascasarjana Fasilkom UI dapat memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai strategi penyusunan proposal riset yang kompetitif, baik untuk pendanaan nasional maupun internasional.