Depok, 4 Maret 2026 — Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia (Fasilkom UI) berkolaborasi dengan TV Tempo dalam menyelenggarakan seminar bertajuk “AI Untuk Anak Bangsa” yang berlangsung di Ruang Sidang, Gedung Baru Fasilkom UI. Kegiatan ini menjadi ruang diskusi terbuka mengenai bagaimana kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) dapat dipahami secara kritis dan dimanfaatkan secara bertanggung jawab oleh generasi muda Indonesia.
Seminar ini menghadirkan tiga narasumber dari latar belakang akademik dan industri, yaitu Adila Alfa Krisnadhi, S.Kom., M.Sc., Ph.D., Kepala Program Studi Sarjana Kecerdasan Artifisial (Prodiska) Fasilkom UI; Prof. Yudho Giri Sucahyo, S.Kom., M.Kom., Ph.D., anggota Dewan Etik AFTECH; serta Brillian Fairiandi, AI Visual Expert dan Founder Imajik Group yang juga dikenal sebagai konten kreator.
Mengangkat tema “AI untuk Anak Bangsa”, diskusi menekankan pentingnya memahami AI bukan sekadar sebagai alat yang digunakan, melainkan sebagai teknologi yang perlu dipahami prinsip dan dampaknya kepada pengguna. Prof. Yudho menyoroti aspek etika dalam penggunaan AI, termasuk tanggung jawab moral dan hukum atas karya yang dihasilkan oleh sistem berbasis AI. Ia menegaskan bahwa hasil ciptaan AI tidak dapat sepenuhnya diklaim sebagai milik individu. Dalam diskusi juga muncul penekanan mengenai pentingnya penandaan atau watermark pada karya yang dihasilkan AI sebagai bentuk transparansi.

Dari perspektif industri kreatif, Brillian Fairiandi menekankan pentingnya kejujuran melalui pemberian disclaimer pada konten yang dihasilkan dengan bantuan AI. Menurutnya, AI seharusnya diperlakukan sebagai alat bantu, seperti halnya Photoshop atau Canva, bukan sebagai pihak yang sepenuhnya menciptakan karya. Ia membagikan pengalamannya membuat konten visual, mulai dari ilustrasi imajinatif seperti Bandung dan Jakarta bersalju hingga karya berbasis storytelling yang memiliki nilai lebih. Baginya, kemampuan bercerita tetap menjadi faktor utama yang membedakan sebuah karya dan menjadikannya autentik.
Sementara itu, Adila Alfa Krisnadhi menekankan pentingnya integritas dan pemahaman mendalam dalam penggunaan AI, khususnya di lingkungan pendidikan tinggi. Ia menyampaikan bahwa Fasilkom UI tidak mendorong mahasiswa untuk sekadar menggunakan AI sebagai alat, melainkan memahami cara kerjanya serta implikasinya secara etis dan teknis. Bapak Adila juga mengutip dari penelitian bahwa ketergantungan berlebihan terhadap AI, berisiko menghambat perkembangan keterampilan individu. Ia juga menyoroti bahwa beberapa keterampilan dapat dipelajari dengan cepat, namun ada pula keterampilan mendasar yang membutuhkan proses panjang dan pematangan melalui pendidikan tinggi. Contohnya, istilah seperti prompt engineering mungkin populer saat ini, tetapi kompetensi fundamental dalam berpikir komputasional dan pemecahan masalah akan tetap relevan meskipun teknologi terus berubah.
Melalui seminar ini, Fasilkom UI dan TV Tempo berharap dapat mendorong generasi muda untuk tidak hanya menjadi pengguna AI, tetapi juga tumbuh sebagai individu yang kritis, berintegritas, serta mampu memanfaatkan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab demi kemajuan bangsa. Simak pembahasan lengkapnya dalam tayangan khusus di TV Tempo.

