Panca Hadi Putra: Startup Unikorn Bakal Menjamur hingga 10 Tahun ke Depan di ASEAN

Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia > Thought Leadership > Panca Hadi Putra: Startup Unikorn Bakal Menjamur hingga 10 Tahun ke Depan di ASEAN

Startup unikorn diprediksi menjamur di negara-negara kawasan Asean hingga 10 tahun ke depan dengan didominasi oleh sektor fintech dan dari ranah business to business (B2B). Akademisi dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia (Fasilkom UI), Panca Hadi Putra, mengatakan sektor fintech masih menunjukkan pertumbuhan yang baik, tidak hanya di ranah konsumen tetapi juga enterprise. Hal itu ia lihat dari kecenderungan pendanaan oleh investor terhadap beberapa startup di kawasan Asean. “Di Asean tercatat sudah ada 40 unikorn, bulan ini yang baru menjadi unikorn adalah perusahaan wealhtech Indonesia, yaitu Ajaib. Ada juga startup B2B Zilingo yang dirumorkan akan mendapat pendanaan dengan valuasi US$1 miliar. Dari Indonesia juga ada beberapa yang menjanjikan seperti B2B e-commerce platform GudangAda yang baru-baru ini mendapatkan funding yang besar,” ujar Panca, Senin (25/10/2021).

Panca juga menyebut tren munculnya unikorn akan berulang pada dekade ini. Hal itu tidak hanya karena faktor pasar yang semakin matang, tetapi juga ketersediaan pendanaan.

Menurutnya banyak investor dari luar kawasan mulai masuk ke Asean, contohnya Jeff Bezos yang baru-baru ini berinvestasi di perusahaan e-commerce Indonesia, Ula. Kondisi pandemi justru memacu beberapa sektor untuk tumbuh. Pada ranah enterprise perusahaan-perusahaan terpaksa bertransformasi secara digital, sehingga selain B2B e-commerce, banyak bermunculan startup B2B Software-as-as-Service (SaaS) untuk beragam kebutuhan perusahaan, mulai dari akuntansi, manajemen SDM, sampai dengan pemasaran.

Melihat kondisi tersebut, Panca optimistis bahwa 10 tahun ke depan Indonesia akan tetap diuntungkan dan mendominasi bisnis startup ditambah dengan dukungan pasar yang besar. Namun, Singapura masih menjadi tempat yang ideal untuk memulai startup, walaupun negara-negara lain di Asean juga sudah mulai mengimbangi.

Dia berpendapatdi Asean saat ini ada tren family money dari para konglomerat, tidak hanya di Indonesia, termasuk di Thailand dan Filipina yang mulai membanjiri skena bisnis startup serta akan membidik calon-calon unikorn baru. Panca menuturkan menjadi unikorn selaras dengan strategi startups venture-funded yang punya urgensi untuk berkembang dengan cepat. Upaya itu dilakukan dalam rangka menguasai pangsa pasar yang lebih luas dan lebih cepat dari kompetitor dengan bantuan pendanaan yang besar. Dia menambahkan dengan mendapatkan status unikorn, startup akan lebih dilirik sebagai target akuisisi oleh perusahan-perusahaan besar yang mencari bisnis dengan teknologi yang sudah matang. Menurutnya akuisisi tersebut bisa menjadi salah satu alternatif untuk mencatatkan saham di pasar modal melalui initial public offering (IPO).

Tulisan ini pertama kali terbit di Bisnis.com (26 Oktober 2021)